Leadership Survival Camp Ke-3: Bangun Karakter Pelajar Indonesia
Bandung - Puluhan pelajar SMP dan SMA dr berbagai kota dan kabupaten di Indonesia memenuhi Lembang, Bandung. Para pelajar ini datang untuk meghadiri acara Leadership Survival Camp (LSC) yang diadakan oleh Divisi Student Care, Sentra Pelajar Indonesia (SPIN) pada tanggal 20-22 Maret 2015 kemarin. LSC kali ini adalah angkatan ketiga dan diadakan di D’Camp (Cibodas Alam Madani Park), Lembang.
Sasaran peserta angkatan kali ini adalah para ketua OSIS dan ekstrakurikuler. Acara yang bertemakan “Kemah Karakter Pelajar Indonesia” ini sukses mendatangkan peserta dari 17 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan peserta terjauh dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Adapun 15 Kota dan Kabupaten lainnya adalah Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Cilegon, Cimahi, Depok, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Karawang, Kebumen, Malang, Sleman, Sumedang dan Tasikmalaya.
Acara ini menghadirkan sejumlah Coach dari gerakan Cita Rasa Kebaikan Pelajar (CAKEP) yang berperan sebagai fasilitator yang banyak berbagi pengetahuan dan juga membantu dalam perumusan action plan. Kemah pelajar ini dikemas dengan kegiatan aktivitas luar ruangan (outdoor activity) melalui pendekatan experimental learning. Ragam aktivitas sepert membuat api dan perlindungan di alam terbuka, mencari bahan makanan dari alam dan beragam aktivitas outbond serta tracking ke hutan, menjadi bagian dari kegiatan ini. Yang utama dari semua aktivitas adalah peserta diajak untuk menggali insight dari berbagai pengalaman meliputi nilai-nilai kebersamaan, kesuksesan, kegagalan serta perenungan untuk membuat rencana perubahan ke arah perbaikan ke depan.
Maulina Nugraheni, salah satu Master Coach CAKEP sekaligus pembina angkatan mengatakan bahwa dirinya melihat semangat dan kemandirian yang luar biasa dari para peserta. “Saya menemukan semangat dan kemandirian luar biasa dari peserta yang masih berstatus pelajar. Mulai dari persiapan, dimana sejumlah peserta berusaha mengumpulkan biaya untuk berangkat dengan berjualan tasbih, madu bahkan berjualan online. Antusias untuk mengenal dan bekerjasama satu sama lain, meski berasal dari daerah yang beragam,” ujar Maulina.
Maulina juga menambahkan bahwa ia dan para Coach CAKEP lainnya melihat potensi yang luar biasa dari para pelajar. “Saya dan coach CAKEP lainnya melihat potensi luar biasa dari peserta, dan kami yakin bahwa hal tersebut dimiliki oleh seluruh pelajar Indonesia. Kami berharap menjadi satu dari banyak pihak yang berkontribusi bagi pembentukan karakter pelajar Indonesia,” tambah Maulina.
Puput, salah satu peserta dari SMK Informatika Fitrah Insani Kabupaten Bandung Barat, mengatakan bahwa dirinya mendapatkan inspirasi setelah mengikuti acara ini. “Saya mendapatkan inspirasi bahwa apa yang kita punya saat ini, tidak akan selamanya ada. Maka kita perlu belajar mandiri dan keluar dari zona nyaman kita. Menyiapkan segala kebutuhan mandiri, hingga belajar mandiri secara keuangan mulai dari sekarang.”
(Roswita PL | Editor : Adrian)
copyright: http://www.mudaindonesianews.com/news/leadership-survival-camp-ke-3-bangun-karakter-pelajar-indonesia/

Kalo boleh tau ini semacam ldks gitu bukan ya? Mohon pencerahan ya saya mau ikut LSC#7
BalasHapus