Senin, 23 Maret 2015

#LSC3

Tugas setelah #LSC3


KesanKU Setelah Ikut LSC3:

Hari pertama
 Saat aku jalan, aku hanya sendirian dari sekolah, karna 2 temanku batal ikut lantaran tidak dapat dana dari sekolah, namun aku tetap bersikeras mengikuti LSC3, Akhirnya aku jalan ke Terminal Bulak Kapal Bekasi, bersama para teman2 Kota Bekasi. Aku hanya bawa uang pas-pasan alias hanya bisa buat pergi aja, karna ortu bisa ngasih via Rekening BANK BTN, yaudah aku percaya Allah ngasih kemudahan buat aku walaupun uangku pas-pasan, Sampai di Terminal aku jalan bersama 2 teman dan 2 panitia ke Bandung naik Bis Primajasa (AC Rp.60.000). Sampe di Terminal Leuwipanjang aku naik bis Damri dengan ongkos Rp.5000, sampe di Terminal Ledeng aku naik mobil krem ke pasar lembang dengan ongkos (6.000) saat aku sampe dipasar aku harus naik mobil lagi ke cibodas dan harus nunggu penuh untuk bisa jalan. mobilnya warna kuning sih, mobilnya sempit dan harus berdesakkan karna aku bawa tas yg cukup besar.

 Ketika sampai dilokasi aku kelewatan sholat jumat alias udah jam 1 siang. ketika udah daftar ulang, Saat udah mulai acara, aku masih merasa asing dengan teman-teman kelompok. Aku kira teman-temanku tuh orang asli bandung semua, ehh ternyata dari Tangerang, Cilegon, Kab.Bandung, Kota Bandung, Kebumen, Yogyakarta, dan Sumedang. Kelompokku tuh paling banyak, ada 10 orang. Nama kelompokku tuh Khalid Bin Walid, widih dari namanya islami banget, tapi memang terbukti teman-temanku tuh ilmu agamanya lumayan semua. Sampe pas bikin bivak aja aku masih sedikit ngatur tapi tanpa disangka, mereka nurut dengan perkataanku. Akhirnya bivak jadi, pas sore kami bingung harus makan apa, kami gak punya persiapan, akhirnya kami makan daun-daunan sekitar kami. Kami dapat banyak singkong dan buah pula saat sore kelompokku berbagi tugas ke kebun. Saat malam kami menjamak sholat maghrib dan isya, aku imam dan aku seneng bisa memimpin teman-teman baruku. Ketua kelompokku tuh orang lembang asli, jadi kita milih dia aja karna menurut kami dialah yg tau seluk beluk lembang.

  Malam pun mulai larut, hujan datang ke perkemahan kami. Kami merasa sangat kedinginan, akhirnya bisa membuat api unggun walaupun kayunya lembab dan basah. Saat pagi kami sholat subuh bersama-sama. Tak disangka setelah subuh teman kami yg bernama Ahmad mau menyampaikan KULTUM. Kami sangat bangga padanya karna selalu mengingatkan untuk sholat dan baca ayat-ayat maupun Al-Maatsurat.

Hari kedua:
 Matahari pun mulai terbit. Kami semua mencari apapun untuk bisa dimakan, kami makan dengan seadanya.Kami pun berolahraga pagi. Setelah olahraga kamipun mengikuti kegiatan outbond, kami kelompok yang dapat point paling sedikit hanya 1200 point. Kami akhirnya bisa makan nasi yang dibakar pake bambu. Kenyang sih engga, tapi setidaknya karna makannya bareng-bareng jadinya lumayan gak bikin rasa lapar datang lagi. Ketika sore kelompok kami bisa nangkep ikan yang disebar kakak-kakak panitia, susah tapi bisa kompak nangkep ikan yang lincah itu. Kami pun disuruh makan ikan itu secara mentah-mentah. Tapi aku awalnya ragu, ternyata enak juga kalo udah dimakan bersama dorongan teman-temanku yang agak maksa. Malu lah, semua akhwat aja makan masa aku engga. Akhirnya kami semua dinyatakan lulus tahap tersebut. Kami pun prepare naik keatas. Teman-temanku pun bersamaan menyemangati saat nanjak. Aku terkejut karna pemandangan yang luar biasa diatas. Di jakarta gak ada gitu-gituan. Banyak banget pekarangan kebun. Kami pun sampai di hutan pinus. Saat itu kami bikin bivak lagi buat tidur malem.

 Malam pun tiba, kami pensi dan kami pede. Yaudah deh kami nyanyi dengan mempersembahkan 2 lagu dan 2 yel-yel.

Hari ketiga:
Pagi pun menjelang, kami disuruh makan cacing hidup, ehh akhirnya kami semua lulus ujian tersebut. Walaupun awalnya jijik dan rasanya pun pait. Kami pun turun kebawah dengan rasa lelah yang menyelimuti sekujur tubuh. Saat sampai di TKP lagi, kami pun diuji dengan nyari topi nama kelompok didalam kolam buatan yang airnya keruh. Dengan kakiku yang sakit, aku memaksakan turun. Eh tanpa disangka kami berhasil menemukan topi tersebut dengan bantuan kelompok HASSANUDIN

Kami semua pun disuruh nyebur lagi ke rawa buatan, dengan kondisi kedinginan pasca berendem dikolam, kami pun nyebur lagi untuk menurunkan bendera Angkatan 3 LSC. Kami berhasil dan disuruh gambar TAPAK BADAK (nama angkatan kami). Setelah digambar kami menaruh kembali diatas tiang bambu. Kami pun berhasil. Kami pun dikumpulkan oleh kakak-kakak mentor. Kami dimentoring oleh KOMUNITAS #CAKEP. Kami pun dipanggil diatas, kami diuji lagi oleh kakak-kakak, sejauhmana solidaritas angkatan 3. Akhirnya terpilihlah 10 orang terbaik yang lulus tanpa syarat. Aku lulus juga tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai pengganti kekuranganku saat mengikuti kegiatan.

Teman kami yang bernama Ahmad salah satu yang terpilih. Kami bangga padanya, dia pun memeluk diriku dengan penuh rasa haru. Akhirnya kami semua harus berpisah dan foto-foto dulu sebelum pulang. Kami perpisahan dengan penuh rasa haru. Kami foto-foto dan tukeran kontak agar silaturahmi kami tetap terjaga.

SELESAI---

Kelompok Kami: 
527. Yanuar Radiansyah - Bandung Barat (Ketua Kelompok KHALID BIN WALID)
528. Deden Handar - Bandung Barat
524. Khairul Rohman - Cilegon
514. Naufal Muhammad Ghozi - Bandung Barat
515. Dede Ahmad Jaelani - Bandung Barat

506. Primanda Gigih Pangestu - Kebumen
503. Atras Nito Putra - Sleman
487. Rachmadani Dwi Suryoutomo - Bekasi
451. Muhamad Fauzi Hakim - Jakarta Barat
481. Wildan Gumira - Sumedang




















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar